BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Polres Bitung Amankan 20 Pemuda Terlibat Tawuran di Kawasan Empang dan Sarikelapa

 

BITUNG | KRIMSUS TIMES - Kepolisian Resor (Polres) Bitung menunjukkan komitmen tegas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan menindak aksi tawuran antar kelompok pemuda yang terjadi di kawasan Empang dan Sarikelapa. Dalam peristiwa tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan 20 orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.


Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, SIK, MH, dalam konferensi pers yang digelar di Polsek Maesa pada Senin (9/3/2026), menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk aksi kekerasan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat. Dalam kesempatan itu, Kapolres didampingi oleh Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai dan Kasi Propam Polres Bitung Iptu Iwan Setiyabudi.


Menurut Kapolres, pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan terkait aksi tawuran tersebut dengan melakukan penindakan terhadap para pelaku serta mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kejadian.


Berdasarkan hasil penindakan sementara, dari total 20 orang yang diamankan, sebanyak 11 orang berasal dari kelompok Sarikelapa dan 9 orang lainnya dari kelompok Empang. Sebagian besar dari mereka diketahui masih berusia muda, bahkan beberapa di antaranya masih berstatus di bawah umur.


Kapolres menjelaskan bahwa para pelaku yang terlibat memiliki rentang usia sekitar 14 hingga 23 tahun. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian serta seluruh elemen masyarakat karena melibatkan generasi muda dalam tindakan kekerasan.


Dari hasil penyelidikan awal, konflik tersebut diduga dipicu oleh saling ejek dan ketersinggungan antar kelompok di media sosial yang kemudian berkembang menjadi aksi tawuran di lapangan.


Sebagai langkah antisipasi, Polres Bitung akan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik yang selama ini kerap menjadi lokasi berkumpulnya para pemuda. Pihak kepolisian juga berencana mendirikan pos pengamanan di jalur penghubung antara Sarikelapa dan Empang yang dinilai rawan terjadinya konflik.


Selain itu, Polres Bitung akan memperkuat patroli serta meningkatkan koordinasi dengan unsur TNI, pemerintah daerah, dan Forkopimda Kota Bitung guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif.


Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami kemungkinan adanya pihak-pihak yang diduga memprovokasi atau menggerakkan kelompok tertentu hingga terjadi aksi tawuran tersebut.


Di akhir keterangannya, Kapolres Bitung mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, dan para orang tua untuk bersama-sama membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.


Menurutnya, generasi muda perlu diarahkan pada kegiatan yang positif seperti pendidikan, olahraga, pekerjaan, maupun aktivitas sosial yang bermanfaat bagi masa depan mereka serta bagi lingkungan masyarakat. Sof

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
KRIMSUSTIMES
MEDIA CYBER NASIONAL