BITUNG | KRIMSUS TIMES - Suasana kebersamaan dan toleransi tampak kuat mewarnai perayaan Goan Siau atau Cap Go Meh Imlek 2577/2026 yang digelar di Kota Bitung. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalur prosesi untuk menyaksikan rangkaian ibadah dan tradisi budaya yang berlangsung hingga malam hari.Seluruh kegiatan berakhir sekitar pukul 19.10 WITA dalam keadaan aman dan kondusif. Kehadiran aparat keamanan yang bersikap humanis serta persuasif mendapat apresiasi dari masyarakat karena mampu menciptakan rasa nyaman selama acara berlangsung.
Untuk menjamin kelancaran kegiatan, Polres Bitung menurunkan puluhan personel pengamanan. Pengendalian operasi dipimpin langsung Kabag Ops Kompol Karel Tangay, SH, yang memastikan setiap tahapan prosesi berjalan tertib, termasuk pengaturan arus lalu lintas dan pengamanan titik keramaian.
Perayaan keagamaan yang dipimpin Pandita Roully Ciwulusan tersebut diikuti sekitar 100 umat dalam prosesi inti. Sementara itu, antusiasme masyarakat cukup tinggi dengan estimasi kurang lebih 5.000 orang memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan arak-arakan budaya.
Adapun rute kirab dimulai dari Klenteng Seng Bo Kiong, melintasi Jalan 46 menuju kawasan Inkoasku, berbalik arah di pertigaan, kemudian melewati depan SMK Negeri 2 Bitung, dilanjutkan ke depan Rumah Dinas Wali Kota, dan kembali finis di lokasi awal. Sepanjang rute, personel ditempatkan di titik strategis guna mencegah kemacetan maupun gangguan kamtibmas.
Dalam pelaksanaannya, kepolisian bersinergi bersama Kodim 1310 Bitung, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan setempat. Kolaborasi lintas instansi tersebut dinilai efektif menjaga stabilitas keamanan sekaligus memberi pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda turut hadir, di antaranya Wali Kota Bitung Hengky Honandar beserta jajaran pemerintah kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen kemasyarakatan lainnya. Kehadiran mereka menambah semarak sekaligus menunjukkan dukungan terhadap pelestarian tradisi budaya Tionghoa.
Mewakili Kapolres, Kompol Karel Tangay menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan perlindungan yang setara bagi seluruh warga tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun budaya. Ia menegaskan bahwa perayaan seperti Cap Go Meh merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa yang patut dijaga bersama.
Menurutnya, momentum tersebut juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat toleransi antarumat beragama. Dengan dukungan semua pihak, situasi kamtibmas di wilayah Bitung dapat tetap terpelihara dengan baik.
Melalui pengamanan terpadu dan partisipasi aktif masyarakat, perayaan Cap Go Meh tahun ini tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga mencerminkan harmoni sosial yang terus terjaga di tengah keberagaman Kota Bitung. Sof