BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Wanita 58 Tahun Hilang di Talaud, Polisi Lacak Sinyal HP dan Sisir Hutan Pangeran

TALAUD | KRIMSUS TIMES - Operasi pencarian intensif terus dilakukan aparat kepolisian bersama warga Desa Pangeran, Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud, terhadap seorang wanita lanjut usia yang dilaporkan hilang secara misterius sejak Sabtu pagi (11/4).

Kapolsek Kabaruan, Ipda Andika Eka Putra Amisi, S.H., memimpin langsung pencarian yang melibatkan personel kepolisian dan masyarakat setempat. Langkah cepat diambil setelah pihak keluarga melaporkan hilangnya Julin Manaida (58), seorang ibu rumah tangga yang meninggalkan rumah tanpa pamit di tengah situasi duka keluarga.

Pencarian hari pertama yang berlangsung dari pukul 10.30 hingga 17.00 WITA terpaksa dihentikan sementara. Kondisi medan yang sulit serta keterbatasan pencahayaan menjadi pertimbangan utama. Operasi akan dilanjutkan kembali pada Senin pagi dengan perluasan area penyisiran.

Dalam upaya menemukan korban, tim gabungan telah melakukan serangkaian tindakan strategis, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), hingga koordinasi lintas pihak dengan pemerintah desa dan keluarga. Polisi juga memanfaatkan teknologi dengan melacak titik koordinat terakhir melalui nomor ponsel korban.

Berdasarkan keterangan saksi, kronologi hilangnya korban bermula sekitar pukul 07.30 WITA saat Julin sempat meminta diantar ke Desa Bulude untuk mencari ikan. Namun rencana tersebut batal karena kebutuhan ikan sudah terpenuhi di rumah. Sekitar pukul 08.00 WITA, saat keluarga sibuk mempersiapkan pemakaman kakak korban, Julin diketahui sudah tidak berada di rumah.

Hingga prosesi pemakaman selesai sekitar pukul 10.00 WITA, korban belum juga ditemukan. Upaya pencarian mandiri oleh pihak keluarga yang dilakukan ke rumah kerabat hingga area perkebunan tidak membuahkan hasil.

“Pihak keluarga sudah berupaya mencari ke rumah kerabat hingga ke area perkebunan, namun hasilnya masih nihil,” ujar Kapolsek Kabaruan.

Fakta lain yang menjadi perhatian adalah perubahan perilaku korban dalam sepekan terakhir. Menurut keluarga, Julin sempat ditemukan bersembunyi di dalam lemari dan mengaku merasa takut terhadap keramaian. Kondisi ini diduga kuat menjadi pemicu korban menjauh dari rumah saat suasana ramai pelayat.

Hingga kini, pencarian masih terus berlanjut dengan fokus pada titik-titik terakhir yang terdeteksi serta area hutan dan pemukiman sekitar. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban untuk segera melapor guna mempercepat proses pencarian. Sof
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
KRIMSUSTIMES
MEDIA CYBER NASIONAL