BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Warisan Integritas Eyang Meri Menggema di Pemakaman, Kapolri, Pesannya Jadi Pegangan Moral Polri

 

Krimsustimes.omline

JAKARTA – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau yang akrab disapa Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir.


Dalam kesempatan tersebut, Sigit menegaskan bahwa sosok Eyang Meri bukan hanya figur keluarga, melainkan sumber inspirasi moral bagi seluruh anggota Polri. Nilai-nilai keteladanan yang selama ini beliau sampaikan dinilai menjadi penguat semangat pengabdian Korps Bhayangkara.


Menurutnya, setiap pertemuan dengan Eyang Meri selalu diisi pesan sederhana namun sarat makna. Ia kerap mengingatkan agar polisi tetap memegang teguh integritas, menjadi pelindung, pengayom, serta hadir untuk masyarakat.


“Beliau selalu berpesan, jadilah polisi yang baik, berintegritas, dan mampu melindungi serta mengayomi,” ujar Sigit usai prosesi pemakaman.


Malam sebelumnya, saat melayat di rumah duka, keluarga memutarkan rekaman suara Eyang Meri. Dalam rekaman tersebut, ia kembali menegaskan pentingnya keteladanan pribadi sebagai dasar pengabdian seorang anggota Polri.

“Kami mendengarkan langsung pesan beliau. Intinya, jadilah contoh dan mulailah dari diri sendiri. Itu menjadi penyemangat bagi kami semua,” ungkap Sigit.

Kapolri menilai pesan tersebut merupakan amanah sekaligus wasiat yang harus terus dijaga dan diteruskan. Ia menekankan seluruh personel Polri di mana pun bertugas wajib menjadikan nasihat itu sebagai pedoman moral dalam menjalankan tugas.


Salah satu pesan terakhir yang paling diingat, lanjut Sigit, adalah permintaan Eyang Meri agar institusi Polri tetap dijaga kehormatannya.

“Beliau titip Polri, tolong jaga institusi ini,” katanya.

Lebih jauh, Sigit menegaskan bahwa Polri harus terus meneladani nilai-nilai yang diwariskan keluarga besar Hoegeng—yakni kejujuran, kesederhanaan, dan keberpihakan kepada rakyat. Hal tersebut selaras dengan tugas pokok Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban demi terwujudnya masyarakat yang tenteram dan sejahtera.


“Warisan dari Eyang Hoegeng dan Eyang Meri akan menjadi api semangat bagi kami semua untuk terus menjaga amanah itu. Selamat jalan Eyang Meri, terima kasih atas teladan dan pengabdian yang telah diberikan,” tutup Sigit.


{ REDAKSI )

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
KRIMSUSTIMES
MEDIA CYBER NASIONAL