MANADO | KRIMSUSTIMES - Personel kepolisian disiagakan penuh selama 24 jam untuk mengantisipasi dampak lanjutan cuaca ekstrem yang melanda wilayah kota. Aparat juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Manado bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Manado guna memastikan kesiapan peralatan evakuasi dan logistik darurat apabila kondisi memburuk.
Sebelumnya, hujan berintensitas tinggi sejak Sabtu (14/2/2026) menyebabkan debit air Sungai Sario meningkat dan meluap ke kawasan permukiman di Kecamatan Sario. Luapan air masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian rata-rata setinggi lutut orang dewasa.
Merespons situasi tersebut, jajaran Polresta Manado bersama Polsek Sario langsung bergerak melakukan pemantauan dan membantu proses evakuasi masyarakat terdampak. Sejak pukul 17.00 WITA, petugas telah ditempatkan di sejumlah titik rawan untuk memberikan pertolongan cepat.
Selain membantu evakuasi, aparat kepolisian juga mengintensifkan patroli di lingkungan yang ditinggalkan penghuninya. Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi tindak kriminalitas, sekaligus mengimbau warga mengaktifkan kembali pos kamling untuk memantau kenaikan debit air secara mandiri.
Kabid Humas Polda Sulut, Alamsyah P. Hasibuan, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Ia menyebutkan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia didahulukan dalam proses pemindahan ke lokasi yang lebih aman. “Personel di lapangan fokus memastikan warga selamat dan situasi tetap terkendali,” ujarnya.
Pendataan sementara menunjukkan sekitar 175 rumah di enam kelurahan terdampak genangan, yakni Sario Utara, Sario Tumpaan, Ranotana, Titiwungen Utara, Sario, dan Titiwungen Selatan. Meski demikian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dilaporkan masih kondusif, dengan petugas terus melakukan pemantauan intensif. { Sof }