BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

JAKARATA | KRIMSUS TIMES - Buku Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program atau Rasa Bhayangkara Nusantara terus memperluas jejak diplomasi budaya Indonesia di berbagai negara. Setelah diperkenalkan di sejumlah forum dan kota dunia, buku tersebut kini resmi hadir di lingkungan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.

Penyerahan buku dilakukan oleh Wakapolri, Dedi Prasetyo, dalam kegiatan buka puasa bersama Ikatan Sakura Indonesia (ISI) serta Charge d’Affaires ad interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Rabu (4/3/2026).


Kehadiran buku ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang, terutama dalam kerja sama pengembangan kapasitas kepolisian yang telah lama terjalin melalui Japan International Cooperation Agency. Sejak era reformasi, lembaga tersebut turut mendukung peningkatan profesionalisme dan penguatan konsep kepolisian berbasis masyarakat di lingkungan Polri.


Sebelum hadir di Kedutaan Besar Jepang, buku Rasa Bhayangkara Nusantara telah diperkenalkan di berbagai pusat diplomasi dunia. Di antaranya di London, kemudian dalam forum internasional World Economic Forum di Davos.


Buku tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian diplomasi saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington, D.C., serta diserahkan kepada perwakilan Indonesia di Jeddah sebagai bagian dari penguatan diplomasi Indonesia di kawasan Timur Tengah.


Rangkaian kehadiran buku di berbagai wilayah tersebut mencerminkan upaya Indonesia menyampaikan narasi kebijakan nasional melalui pendekatan budaya yang lebih komunikatif di tingkat internasional.


Buku ini ditulis oleh Wakapolri Dedi Prasetyo bersama Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan.


Menurut Dirgayuza, sejak awal buku tersebut dirancang sebagai sarana diplomasi yang memperkenalkan kebijakan Indonesia kepada masyarakat internasional melalui pendekatan budaya.


Ia menjelaskan, buku tersebut mengangkat konsep keberagaman pangan Nusantara sebagai bagian dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus menunjukkan bagaimana kebijakan publik dapat dikomunikasikan melalui nilai-nilai kearifan lokal.


Sementara itu, Wakapolri menyampaikan bahwa penulisan buku tersebut merupakan bentuk kontribusi dalam memperkenalkan wajah Indonesia yang mengedepankan nilai budaya, kemanusiaan, dan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Selain memuat 80 menu makanan bergizi dari berbagai daerah di Indonesia, buku ini juga membawa pesan mengenai penguatan ketahanan pangan serta upaya pembangunan sumber daya manusia melalui Program Makan Bergizi Gratis.


Melalui pendekatan gastrodiplomasi, Indonesia memperkenalkan kebijakan nasional dengan cara yang lebih inklusif dan mudah dipahami oleh masyarakat internasional.


Dengan kehadirannya di berbagai negara—mulai dari Eropa, Amerika, Timur Tengah hingga Asia Timur—buku Rasa Bhayangkara Nusantara menjadi salah satu media yang memperkenalkan identitas budaya sekaligus kebijakan strategis Indonesia kepada dunia secara lebih luas.  Sof

Baca Juga
أحدث أقدم
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
KRIMSUSTIMES
MEDIA CYBER NASIONAL