BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Pastikan Mudik Lebaran Aman, Kecelakaan Turun 30% dan Arus Balik Tetap Dijaga

JAKARTA | KRIMSUS TIMES - Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi menutup Operasi Ketupat 2026 pada 25 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Meski operasi berakhir, pengamanan arus balik tetap dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026 untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Tjahyono Saputro, menegaskan bahwa seluruh rangkaian mudik hingga arus balik Lebaran tahun ini berlangsung kondusif, meskipun terjadi lonjakan mobilitas masyarakat yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam evaluasi nasional, Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 5,75 persen, serta penurunan fatalitas korban meninggal dunia hingga 30,8 persen. Capaian ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat serta efektivitas strategi pengamanan di lapangan.

Tidak hanya itu, selama pelaksanaan operasi, tidak ditemukan gangguan kamtibmas maupun kejahatan menonjol. Stabilitas keamanan tetap terjaga sejak masa mudik, perayaan Idul Fitri, hingga momentum Hari Raya Nyepi.

Dari sisi pergerakan kendaraan, hingga 25 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 2.521.125 kendaraan keluar Jakarta atau 72 persen dari total proyeksi. Sementara kendaraan yang kembali mencapai 1.958.838 unit atau 57,71 persen, menunjukkan masih adanya potensi lonjakan arus balik pada gelombang kedua.

Polri memprediksi sekitar 42,29 persen kendaraan akan kembali ke Jakarta pada periode 28 hingga 29 Maret 2026. Oleh karena itu, pengamanan melalui KRYD tetap dimaksimalkan guna mengantisipasi kepadatan di jalur utama.

Puncak arus mudik terjadi pada 18–19 Maret 2026 dengan total 270.315 kendaraan keluar Jakarta, meningkat 4,62 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara puncak arus balik tercatat pada 24–25 Maret 2026 dengan 256.338 kendaraan, naik sekitar 14,68 persen.

Kelancaran lalu lintas tidak lepas dari penerapan strategi rekayasa berbasis data, mulai dari contraflow bertahap, one way lokal Presisi, hingga one way nasional. Selain itu, pemanfaatan tol fungsional seperti Japek II Selatan ruas Sadang–Deltamas–Setu dan Bocimi Parungkuda–Karangtengah terbukti efektif mengurai kepadatan.

Di sektor transportasi umum, kondisi di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, termasuk bandara, terminal, dan stasiun, secara umum berjalan aman. Kepadatan yang sempat terjadi berhasil diurai melalui koordinasi lintas instansi secara cepat dan terukur.

Operasi Ketupat 2026 juga mencatat skala pengamanan besar, meliputi 4.647 lokasi wisata, 618 terminal, 562 pelabuhan, 182 bandara, 268 stasiun, 2.966 pusat perbelanjaan, serta 121.803 tempat ibadah di seluruh Indonesia.

Pengamanan tersebut diperkuat dengan 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu, yang beroperasi selama 24 jam untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Selain pengamanan, Polri juga menghadirkan inovasi layanan seperti program Mudik Gratis Polri Presisi yang memberangkatkan 4.009 pemudik menggunakan 81 bus ke berbagai kota di Jawa Tengah dan DIY.

Pemanfaatan teknologi turut menjadi tulang punggung operasi ini, melalui penggunaan Command Center Korlantas, ETLE Patrol, Traffic Accident Analysis (TAA), Road Accident Rescue (RAR), hingga Mobile Command Center dan body camera untuk meningkatkan respons dan transparansi di lapangan.

Di akhir keterangannya, Tjahyono Saputro menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder, termasuk kementerian, pemerintah daerah, media, dan masyarakat yang telah berkontribusi menjaga keamanan selama periode Lebaran.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26–27 Maret 2026 serta kebijakan work from anywhere guna menghindari kepadatan saat arus balik. Layanan darurat 110 tetap siaga 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Dengan berakhirnya Operasi Ketupat 2026, Polri menegaskan komitmennya untuk tetap hadir melalui KRYD hingga seluruh rangkaian arus balik selesai, demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Baca Juga
أحدث أقدم
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
KRIMSUSTIMES
MEDIA CYBER NASIONAL