BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Gempa M7,6 Guncang Bitung, Ditpolairud Polda Sulut Gerak Cepat Evakuasi Rumah Roboh dan Amankan Warga

BITUNG { SULUT } KRIMSUS TIMES - Pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pukul 07.48 WIT, situasi di lapangan kini berangsur stabil. Meski demikian, personel Ditpolairud Polda Sulut tetap disiagakan guna mengantisipasi potensi gempa susulan serta memberikan bantuan lanjutan kepada masyarakat terdampak.

Sebagai langkah respons cepat, personel Ditpolairud langsung diterjunkan ke lokasi rumah warga yang roboh di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung. Bangunan tersebut diketahui milik keluarga Roni Endwa Siahaya - Kombohi yang terdampak langsung akibat guncangan kuat.

Setibanya di lokasi, tim segera melakukan sterilisasi area serta pengamanan untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman. Personel kemudian menyingkirkan puing-puing bangunan, memeriksa kondisi struktur yang tersisa, dan membantu pemilik rumah menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa diamankan.

Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat.

“Personel kami bergerak cepat mengevakuasi reruntuhan dan memastikan tidak ada korban jiwa. Ini adalah wujud kesiapsiagaan kami dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur, dengan kedalaman 62 kilometer. Guncangan gempa dilaporkan terasa kuat di sejumlah wilayah, termasuk Bitung, Manado, Minahasa, hingga ke Ternate, Tidore Kepulauan, dan Sofifi di Maluku Utara.

Dampak gempa juga menyebabkan kerusakan di beberapa titik lain, di antaranya Gedung KONI Sario Manado serta Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Kota Ternate.  
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyampaikan bahwa pihaknya akan menurunkan tim ahli untuk melakukan pemetaan makroseismik dan mikroseismik guna mengidentifikasi sebaran kerusakan serta aktivitas gempa susulan.
 
Selain itu, BMKG juga akan memasang portable seismograph di wilayah Maluku Utara dan sekitarnya untuk memperkuat pengumpulan data.
BMKG juga telah mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 09.56 WIB dan mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam melakukan evakuasi serta diseminasi informasi kepada masyarakat.
Di sisi lain, Plt. Direktur Seismologi Teknik BMKG, A. Fachri Radjab, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas. Warga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktural demi menghindari risiko lanjutan.

BMKG juga menekankan pentingnya masyarakat untuk tetap tenang serta hanya mengakses informasi resmi guna menghindari penyebaran hoaks pascagempa.

Dengan sinergi cepat antara aparat dan instansi terkait, penanganan dampak gempa diharapkan dapat berjalan optimal serta meminimalisir risiko lanjutan bagi masyarakat terdampak. RED 
Baca Juga
أحدث أقدم
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
KRIMSUSTIMES
MEDIA CYBER NASIONAL